Artikel 1
Jika kamu ingin melihat keadaan dunia dan penghuninya setelah kematianmu, maka lihatlah kematian orang lain.
Kamu akan dapati bahwa teman yang PALINGakrab pun akan melupakannya, bahkan orang yang menjadi ‘BELAHAN JIWANYA‘ pun akan meninggalkannya dan mencari kesibukan dengan dunianya.
Maka jadikanlah hidupmu semuanya untukALLAH, Dialah satu-satunya yang tidak akan lupa.
Dan perbaikilah hubunganmu dengan ALLAH, Dialah satu-satunya yang tidak akan fana.
Ingatlah selalu firman-Nya:
إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا
“Tidaklah penghuni langit dan bumi, melainkan mereka akan menghadap kepada Allah yang maha penyayang sebagai seorang HAMBA” [Surat Maryam: 93].
Artikel 2
Orang bijak akan berkata
Syaikh Muhammad Shaleh al-Munajjid hafizhullah berkata :
Salah seorang pakar penyakit hati pernah ditanya, “Mengapa do’a kami tidak dikabulkan?”
Dia menjawab, “Karena hati kalian telah mati.”
“Apa yang membuatnya mati?” tanya mereka.
Dia menjawab, “Ada sepuluh hal, yaitu (1) Kalian mengenal Allah tapi tidak menunaikan hak-Nya; (2) Kalian membaca kitab-Nya, namun tidak mengamalkan; (3) Kalian mengaku cinta rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun meninggalkan tuntunannya; (4) Kalian mengaku sebagai musuh syaithan, namun tindakan kalian selaras dengannya; (5) Kalian mengatakan cinta surga, tapi tidak beramal untuk mengejarnya; (6) Kalian berkata takut neraka, namun jiwa kalian digadaikan untuknya; (7) Kalian mengatakan kematian sesuatu yang niscaya, tapi kalian tidak mempersiapkan diri untuknya; (8) Kalian sibuk mengurus aib saudara kalian, tapi cuek dengan aib diri sendiri; (9) Kalian memakan nikmat dari Allah tapi tidak menunaikan haknya; dan (10) Kalian mengubur jenazah saudara kalian, tapi tidak mampu mengambil ibrah dari hal itu.
------------------------------
Artikel 3
Tantangan Dakwah
*Tantangan Dalam Berdakwah*
_Ubaidah As Sidawi_
Setiap orang yang mengajak manusia kepada al-Qur'an dan as-Sunnah sesuai pemahaman para Sahabat, pasti mendapatkan resiko dan tantangan dakwah. Alangkah bagusnya perkataan Waraqah bin Naufal kepada Nabi:
لَمْ يَأْتِ رَجُلٌ قَطُّ بِمَا جِئْتَ بِهِ إِلاَّ عُوْدِيَ
*“Tidak ada seorang pun yang datang dengan mengemban ajaranmu kecuali akan dimusuhi.”*
(HR. Al-Bukhori (no. 7) dan Muslim (no. 160).
Syaikh al-Albani berkata: “Ketika aku menggariskan manhaj (metode) ini pada diriku yaitu berpegang teguh dengan Sunnah ash-Shohihah dan aku realisasikan dalam kitab-kitabku yang akan tersebar pada manusia -insya Alloh-, aku sangat menyadari bahwa hal itu tidak akan menyenangkan sebagian kelompok dan madzhab, bahkan kemungkinan besar mereka akan meluncurkan dan melancarkan berbagai celaan padaku secara lisan dan tulisan.
Bagiku pribadi, semua itu tidak menjadi masalah karena memang keridhaan manusia adalah suatu tujuan yang sulit digapai dan sebagaimana sabda Nabi:
مَنْ أَرْضَى النَّاسَ بِسَخَطِ اللهِ وَكَّلَهُ اللهُ إِلَى النَّاسِ
*“Barangsiapa mencari keridhaan manusia dengan kemurkaan Alloh, niscaya Alloh akan menyerahkannya pada manusia.”* (HR. Tirmidzi (II/67), al-Qudha'i (II/42), Ibnu Busyran dalam al-Amali (144-145) dan lain-lain dengan sanad Shohih. Lihat Silsilah ash-Shohihah (no. 2311) oleh al-Albani).
Alangkah indahnya ucapan seorang penyair:
وَلَسْتُ بِنَاجٍ مِنْ مَقَالَةِ طَاعِنٍ
وَلَوْ كُنْتُ فِيْ غَارٍ عَلَى جَبَلٍ وَعْرِ
وَمَنْ ذَا الَّذِيْ يَنْجُوْ مِنَ النَّاسِ سَالِمًا
وَلَوْ غَابَ عَنْهُمْ بَيْنَ خَافِيَتَيْ نَسْرِ
Aku tidak akan pernah selamat dari celaan orang
Sekalipun aku bersembunyi di gua atau gunung yang sulit didaki
Siapakah orangnya yang bakal selamat dari manusia
Walau dia telah bersembunyi di antara dua sayap burung. (Muqaddimah Shifat Sholat Nabi (hal. 44-45).
*Tetapi percaya atau tidak, semua celaan dan tuduhan dusta tersebut tidaklah membahayakan dan menggoyang kursi kedudukan para penyeru al haq, bahkan sebalik-nya, sangat membahayakan nasib para pencela beliau sendiri.*
يَا نَاطِحَ الْجَبَلِ الْعَالِيْ لِيَكْلِمَهُ
أَشْفِقْ عَلَى الرَّأْسِ لاَ تُشْفِقْ عَلَى الْجَبَلِ
Hai orang yang akan menabrak gunung tinggi untuk menghancurkannya
Kasihanilah kepala anda, jangan kasihan pada gunungnya. (Jami Bayanil Ilmi wa Fadhlihi Ibnu Abdil Barr 2/310)
Bahkan kita optimis bahwa semua tantangan itu akan menambah tinggi kedudukan dan keutamaan para pendakwah, sebagaimana kata penyair:
وَإِذَا أَرَادَ اللهُ نَشْرَ فَضِيْلَةٍ
طُوِيَتْ أَتَاحَ لَهَا لِسَانَ حَسُوْدِ
Bila Alloh berkehendak menyebarkan keutamaan yang rahasia
Maka, Dia memberi kesempatan lidah pendengki untuk menebarkannya. (Diwan Abu Tammam (45).
Artikel 4
Pagi, siang, malam.
Sebelum dan sesudah sholat.
Sebelum tidur dan setelahnya.
Bahkan di zaman ini manusia dengan HP dan Gadget mungkin sulit dipisahkan, bahkan ada yang *benar-benar tidak bisa meninggalkan HP* dan gadgetnya ketika berbicara dengan orang lain yang merupakan teman bicaranya.
Begitu sibuknya dengan HP dan gadget, ia masih konsentrasi ke HP dan gadget padahal masih dalam tahap berbicara dengan teman bicaranya.
Akibatnya ia berbicara tidak serius, tidak konsentrasi dan terkadang tidak nyambung. Hal ini bisa jadi bentuk ketidaksopanan dan tidak menghargai teman bicaranya.
Al-Hasan Al-Bashri berkata,
إذا جالست فكن على أن تسمع أحرص منك على أن تقول , و تعلم حسن الاستماع كما تتعلم حسن القول , و لا تقطع على أحد حديثه
“Apabila engkau sedang duduk berbicara dengan orang lain, hendaknya engkau bersemangat mendengar melebihi semangat engkau berbicara. Belajarlah menjadi pendengar yang baik sebagaimana engkau belajar menjadi pembicara yang baik. Janganlah engkau memotong pembicaraan orang lain.”
*(Al-Muntaqa hal. 72)*
Begitu pula keadaan generasi salaf zaman dulu, tapi sibuknya mereka dengan *AL-QURAN* .
Sangat penting untuk direnungkan. Tapi lebih penting lagi untuk *diamalkan* .
Artikel 5
Kata Siapa Membaca Al Quran Buang-buang Waktu?
Membaca Al-Quran tidak akan menguraingi waktumu. Justru sebaliknya, ia akan menambah waktumu.
Secara hitungan matematika dunia, membaca Al Quran tampak seakan-akan mengurangi waktu. Dari total 24 jam dalam sehari, seolah-olah berkurang sekian detik, sekian menit atau sekian jam jika digunakan untuk membaca Al Quran.
Tapi, tahukah kamu bahwa waktu yang kamu gunakan untuk membaca Al Quran itu sebenarnya tidak hilang begitu saja. Ia akan diganti oleh Allah dengan keberkahan yang berlipat ganda.
Apa itu keberkahan?
Keberkahan artinya pertambahan dan pertumbuhan. Wujudnya bisa bermacam-macam. Misalnya, pekerjaanmu beres, produktivitasmu meningkat, keuntunganmu bertambah, kesehatanmu terjaga dan seterusnya.
Itu adalah wujud keberkahan yang akan diperoleh oleh orang yang membaca Al Quran.
Pernahkah anda mendengar tentang orang yang stress? Atau orang yang sedang kebingungan mencari inspirasi?
Atau orang yang kesulitan menyelesaikan pekerjaannya? Atau orang yang waktunya habis sia-sia tanpa produktivitas?
Itu adalah bentuk-bentuk kehilangan umur yang disebabkan tidak berkahnya waktu.
Tahukah kamu bahwa dahulu para ulama bisa menulis karya-karya agung yang jumlahnya melebihi bilangan umur mereka? Padahal saat itu belum ada mesin ketik, apalagi komputer.
Semuanya ditulis manual dengan tangan dan peralatan yang sangat sederhana, ditambah kondisi yang lebih sulit daripada kondisi sekarang.
Mengapa mereka bisa? Jawabnya karena waktu mereka penuh berkah.
Dari mana keberkahan itu? Jawabnya dari membaca Al Quran
Perhatikan kisah berikut:
Ibrahim bin Abdul Wahid Al Maqdisi berwasiat kepada Al Dhiya Al Maqdisi sebelum yang terakhir pergi menuntut ilmu:
“Perbanyaklah membaca Al Quran. Jangan kamu tinggalkan. Karena kemudahan yang akan kamu peroleh dalam pencarianmu akan berbanding lurus dengan kadar yang kamu baca.”
Al Dhiya mengatakan, “Lalu aku renungi hal itu dan aku praktekkan berkali-kali. Setiap kali aku membaca banyak, semakin mudah aku menghafal hadits dan menulisnya. Jika aku tidak membaca, tidak mudah aku melakukannya.”
Sumber:
“Dzail Thabaqat al-Hanabilah”, karya Ibnu Rajab al Hambali.
Jadi, jelaslah bahwa membaca Al Quran membawa keberkahan sehingga waktu yang kita miliki bisa lebih bermakna dengannya.
JANGAN kamu membaca Al Quran di waktu luangmu, tapi LUANGKAN waktumu untuk membaca Al Quran.
(Jumal Ahmad)
DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
========
|
|
Ringkasan Artikel Agama
Senin, 17 Juni 2019
Ringkasan Artikel Agama
Langganan:
Komentar (Atom)
Ringkasan Artikel Agama
Artikel 1 KAMU BISA MELIHAT BAGAIMANA DUNIA DAN PENGHUNINYA SETELAH MATIMU..!!* Jika kamu ingin melihat keadaan du...
-
Artikel 1 KAMU BISA MELIHAT BAGAIMANA DUNIA DAN PENGHUNINYA SETELAH MATIMU..!!* Jika kamu ingin melihat keadaan du...